Advokasi Startegi Pembangunan Rendah Emisi di Tingkat Desa
Des 20, 2016

Advokasi Startegi Pembangunan Rendah Emisi di Tingkat Desa

UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa memberikan keleluasaan finansial dan politik bagi desa-desa di Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing. Mempertimbangkan potensi transformatif dari undang-undang tersebut, LESTARI menggunakan kesempatannya untuk memfasilitasi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Des) yang memprioritaskan Strategi Pembangunan Rendah Emisi atau Low Emission Development Strategies (LEDS) dan konservasi hutan.

Di Desa Lawe Cimanok, Aceh Selatan, LESTARI bekerja dengan komunitas-komunitas lokal, pemerintah daerah, dan badan pengelola hutan setempat untuk mengadvokasikan perlindungan area resapan air melalui konservasi hutan di hulu. Masyarakat lokal telah mengapresiasi fakta bahwa hutan memiliki peran vital dalam mengatur kualitas dan kuantitas air bersih yang mereka butuhkan sehari-hari. Oleh karena itu, misi baru desa yang terdapat di dalam RPJM-Des yang difasilitasi oleh LESTARI secara eksplisit menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan adalah kunci bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Untuk meningkatkan pengaruhnya, LESTARI mengaplikasikan pendekatan pengelompokan di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) sebagai usaha untuk melibatkan desa-desa sekitar yang bergantung pada daerah reasapan air yang sama. Menggunakan Lawe Cimanok sebagai proyek percontohan, LESTARI juga memfasilitasi 26 RPJM-Des yang berorientasi konservasi dengan berbagai pemda di Lansekap Leuser di Tahun Kedua operasi LESTARI yang memang menekankan pada pengelolaan sumber daya alam  secara keberlanjutan.

“Usaha individual kami dalam melindungi hutan sebagai sumber air hanya akan sukses jika dibantu oleh desa-desa sekitar yang berada di daerah resapan yang sama. Oleh karena itu, pertemuan komunitas ini dianggap penting dan saya harap kami akan mencapai persetujuan pada beberapa hal. Saya harus berterima kasih kepada LESTARI atas usahanya yang tidak henti dalam memfasilitasi pertemuan antara KPH dan desa-desa di sekitar daerah resapan air.”
– Bakrie, Perwakilan KPH VI

 

Comments

comments