Hutan dan Pertanian

Manusia sering membuka hutan untuk pertanian atau peternakan. Inilah alasan utama manusia membuka hutan.

Namun, keberadaan hutan dan pohon penting bagi pertanian. Sering kali, tanaman tumbuh dengan sehat ketika berada di dekat hutan dan pohon.

Ekosistem adalah komunitas yang terdiri dari makhluk hidup dan benda mati.
Semua anggota dalam suatu ekosistem saling mendukung melalui kegiatan-kegiatan yang disebut “Jasa Ekosistem”. Jasa ekosistem terbentuk secara alami. Kita tidak bisa melihat jasa ekosistem ini, jadi mungkin kita tidak menyadari keberadaan mereka dan kapan kita merusak jasa ekosistem tersebut.

Bagaimana hutan mendukung pertanian?

Hutan dan pohon tidak hanya berdiri diam, tanpa melakukan apa-apa. Mereka sangat sibuk menyediakan jasa ekosistem. Berikut adalah beberapa jasa ekosistem yang menguntungkan pertanian:

Kualitas dan kuantitas air: Hutan membantu membersihkan air. Hutan mencegah endapan memasuki badan air dan mengubah polutan menjadi zat-zat penting. Akar-akar pohon dan daun yang jatuh di tanah mengubah kondisi tanah, sehingga tanah dapat menyerap dan menyimpan lebih banyak air. Oleh karena itu, penanaman pohon di sekitar tanaman pertanian dapat membantu air mengalir dan meningkatkan penyimpanan air di dalam tanah.

Penyerbukan: Banyak tanaman memerlukan penyerbukan untuk bereproduksi. Penyerbukan adalah proses berpindahnya serbuk sari dari satu tanaman ke tanaman lain. Serangga, seperti lebah, paling sering melakukan aktivitas ini, meskipun beberapa hewan lain melakukannya juga. Hutan dan pohon menyediakan tempat tinggal bagi serangga-serangga ini. Jika serangga-serangga ini tidak memiliki rumah yang dekat dengan tanaman, maka tanaman tidak mendapatkan penyerbukan alami. Tanaman akan menderita tanpa jasa penyerbukan, terutama kopi, kakao, teh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan minyak yang dapat dikonsumsi seperti kelapa sawit.

Pengendalian hama: Hama datang untuk merusak bahkan membunuh tanaman. Meskipun demikian, banyak hewan yang membantu membasmi hama. Misalnya, burung dan kelelawar sering memakan hama. Burung-burung dan kelelawar tersebut membutuhkan tempat tinggal, dan hutan memberi mereka rumah. Jika pertanian memiliki pengendalian hama alami ini, maka tidak ada lagi uang yang dihamburkan untuk membeli pestisida. Selain itu, pestisida berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan hewan.

Kesuburan tanah: Tanaman akan tumbuh subur di tanah yang sehat dan kaya nutrisi. Dedaunan dan cabang pohon yang berjatuhan ke tanah akan berubah menjadi kompos dan menjadi nutrisi bagi tanah. Dengan cara inilah, pohon dan hutan membantu menyehatkan tanah. Jika tanah sehat secara alami, maka kita tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli pupuk. Pupuk kimia akan mengakibatkan polusi tanah dan air. Beberapa pupuk memperburuk perubahan iklim  karena mengandung nitrat oksida, yang merupakan gas rumah kaca.

Bahan pestisida mengakibatkan pencemaran pada tanah danair. Beberapa bahan kimia pestisida menyumbang kepada perubahan iklim karena mengandung nitro oksida, yang menghasilkan gas rumah kaca.

Bagaimana budidaya pertanian dapat membantu ekosistem?

Ekosistem dapat membantu pertanian, sebaliknya pertanian dapat merugikan ekosistem alam. Ada banyak cara untuk mengurangi bahaya ini. Cara-cara tersebut harus dipahami oleh para petani, karena membantu ekosistem dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Berikut adalah beberapa cara:

forest10

  • Menerapkan praktek pertanian yang baik.
  • Menanam pohon di lahan pertanian, lahan kosong, sekitar tanaman dan kebun di rumah-rumah penduduk.
  • Melestarikan kawasan hutan yang berdekatan dengan lahan pertanian.
  • Menghindari penggunaan pupuk dan pestisida yang berbahaya.