Papua: Lanskap Cyclops

Pegunungan Cyclops ditetapkan sebagai cagar alam pada tahun 1995. Wilayah cagar alam ini mencakup hutan lahan kering primer dan hutan lahan basah primer serta menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati termasuk beberapa satwa endemis yang hanya ada di pengunungan Cyclops.Wilayah Cyclops juga memasok air bagi wilayah Jayapura dan Sentani, membantu mencegah bencana tanah longsor skala besar seperti yang pernah terjadi pada masa lalu. Wilayah pengunungan hingga wilayah ibukota provinsi menjadi fokus kegiatan konservasi dan pemeliharaan jasa lingkungan.

Karena dekat dengan pemukiman penduduk terbesar di Papua, yakni Jayapura, wilayah pengunungan ini terancam pembalakan liar, produksi arang oleh masyarakat yang mengambil bahan baku dari hutan, pemburuan satwa liar dan invasi lahan untuk pertanian oleh masyarakat pegunungan yang bermigrasi ke ibukota provinsi.

Dampak dari perubahan iklim semakin nyata di seluruh Indonesia. LESTARI berupaya membantu para pemangku kepentingan di Papua melindungi dan mengelola situs penting seperti Lanskap Cyclops guna memitigasi dampak perubahan iklim. Upaya LESTARI mencakup peningkatan kapasitas untuk mengelola dan menjaga sumber daya hutan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat lokal, pencegah bencana dan lokasi cadangan karbon yang sangat besar.

Kegiatan Utama di Lanskap Cyclops

Melindungi hutan di wilayah cagar alam berarti mengendalikan dan mengu- rangi ancaman dari luar atau menghentikan sama sekali ancaman tersebut. Penyebab deforestasi sangat rumit dan melibatkan faktor budaya, politis, faktor sosial dan ekonomi. Menghentikan deforestasi di lanskap Cyclops hanya akan efektif jika semua pemangku kepentingan terlibat. Aspirasi masyarakat di dalam dan sekitar wilayah Cyclops, lembaga pemerintah dan pihak swasta yang memperoleh manfaat dari jasa lingkungan dan ekosistem harus dipertimbangkan dalam sistem tata kelola yang kolaboratif. Rencana besar (master plan) pengelolaan Cagar Alam Cyclops secara kolaboratif telah disusun oleh Universitas Cendrawasih.Tujuannya untuk mencegah pelanggaran dan mendapatkan dukungan yang lebih luas dari masyarakat lokal, pemerintah kota/kabupaten/provinsi untuk bersama-sama melakukan konservasi alam secara berkelanjutan.

LESTARI juga mendukung perbaikan pengelolaan hutan lindung di lanskap Cyclops. Kegiatan ini termasuk memfasilitasi dialog dan perjanjian konservasi dengan masyarakat setempat serta memfasilitasi kegiatan pengembangan kapasitas bagi para pengelola taman nasional agar dapat memanfaatkan peralatan modern berupa Perangkat Pelacakan Efektivitas Manajemen (Management Effectiveness Tracking Tools atau METT) untuk memonitor dan mengatasi ancaman terhadap hutan dan sumber keanekaragaman hayati.

LESTARI, bekerja sama dengan para mitra, menjajaki kemungkinan mendirikan unit pengelola hutan konservasi (Forest Management Unit/FMU), sebagai contoh dan solusi efektif sistem pengelolaan kolaboratif Cagar Alam Cyclops dan lanskap yang lebih luas.

Peta Lanskap Cyclops

Peta_Lanskap_Cyclops