Papua: Lanskap Lorentz Lowlands

Lanskap Lorentz Lowlands terletak di selatan Papua terdiri dari Kabupaten Mimika dan Asmat. Hutan yang saling terhubung di kedua kabupaten tersebut digabung menjadi satu lanskap bernilai. Lanskap Lorentz Lowlands terdiri dari sebagian besar hutan utuh (tanah mineral) di bagian utara lanskap serta hutan rawa dataran rendah dan ekosistem hutan mangrove yang sangat luas yang menyumbang separuh lanskap bagian selatan.

Taman Nasional Lorentz adalah permata dari hutan lindung Indonesia, bersama gugus “Pegunungan Mandala”, di mana Puncak Cartenz (4884 meter dpl), puncak tertinggi di Asia Tenggara berada. Luas taman nasional ini mencapai 2,35 juta ha, menjadikannya taman nasional terbesar se-AsiaTenggara. Taman nasional ini memiliki ekosistem yang luar biasa. Di dalamnya terdapat 34 jenis vegetasi dan 29 sistem lahan yang telah diidentifikasi serta 123 spesies mamalia yang telah tercatat. Selain itu, hutan di taman nasional ini menjadi habitat bagi berbagai spesies burung langka (45 spesies) dan spesies burung yang endemis (9 spesies). Taman nasional ini juga memiliki keragaman budaya, dihuni oleh tujuh suku yang menerapkan pola hidup tradisional secara turun-temurun. Suku Amungme (Damal), Dani Barat, Dani Lembah Baliem, Moni dan Nduga, menempati wilayah dataran tinggi, sedangkan di dataran rendah terdapat suku Asmat, Kamoro dan Sempan.

Aspek unik lainnya dari lanskap ini adalah hutan mangrove Asmat dan Mimika yang terbentang sepanjang 500 km di wilayah pesisir dengan luas mencapai 400.000 ha. Hutan rawa air tawar yang membingkai lanskap ini luasnya mencapai 1 juta ha. Hutan mangrove dan hutan rawa merupakan asset kelas dunia, dengan simpanan karbon per hektar tertinggi di planet bumi, baik yang di atas permukaan tanah maupun di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, wilayah ini harus dikelola secara berkelanjutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, melestarikan keragaman hayati dan jasa lingkungan yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan Utama di Lanskap Lorentz Lowlands

Konservasi hutan mangrove Mimika dan Asmat dan hutan rawa di sekitarnya menjadi program prioritas LESTARI di Lorentz Lowlands. Hutan mangrove ini sangat penting melindungi pesisir Papua dari badai; menjadi sumber pangan berharga dan bernilai komersial sehingga mendukung mata pencaharian masyarakat setempat; membantu mengurangi dampak perubahan iklim serta menjadi tempat penyimpanan karbon yang besar. Sayangnya, ekosistem ini terancam kelestariannya akibat berbagai hal. Konversi lahan rawa untuk perkebunan kelapa sawit mengancam sistem hidrologi di wilayah tersebut. Sementara konversi hutan mangrove menjadi tambak ikan akan merusak ekosistem mangrove. Perubahan pemanfaatan lahan berdampak negatif pada kehidupan penduduk lokal dan meningkatkan risiko banjir. Oleh karena itu, LESTARI mendukung didirikannya Koridor Konservasi Mangrove Papua Selatan yang diakui secara internasional yang akan dikelola oleh badan koordinasi regional.

Pembalakan liar dan pemanfaatan hutan secara tidak berkelanjutan mengancam keutuhan dan kelestarian TN Lorentz. LESTARI akan mendukung upaya kolaboratif dengan melibatkan para pemangku kepentingan untuk memerbaiki manajemen hutan lindung, tata kelola lingkungan dan pengembangan kapasitas perencanaan tata ruang agar dapat mengatasi ancaman eksploitasi sumber daya hutan pada masa datang.

Peta Lanskap Lorentz Lowlands

Peta_Lanskap_Lorentz_Lowlands