Papua: Lanskap Sarmi

Kabupaten Sarmi terletak di bagian utara Provinsi Papua. Hampir seluruh wilayahnya – mulai dari dataran rendah di pesisir hingga Gunung Foja di sekitarnya – tertutup oleh hutan alami. Wilayah ini mencakup hutan lahan gambut rawa di dataran rendah dan hutan bakau di pesisir sepanjang 200 km. Sebanyak 97 % lanskap ini masih tertutup oleh hutan, 74% diantaranya dalam kondisi asli. Wilayah ini dikenal kaya akan keanekaragaman hayati di semua tipe hutan. Kita bisa menjumpai kanguru pohon, burung kasuari dari utara yang misterius, 16 spesies burung beo dan kakatua serta enam spesies burung cendrawasih. Semua satwa ini bisa dijumpai di seluruh lanskap.

Saat ini, ekonomi Sarmi yang tengah berkembang, bergantung pada pertumbu- han industri kelapa sawit berskala besar dan penambangan pasir besi. Meskipun laju kerusakan hutan selama ini rendah, namun jika perbaikan infrastruktur terus dilakukan dan akses ke Sarmi dan Papua terbuka, maka risiko pembukaan lahan secara tak berkelanjutan terutama di industri kelapa sawit akan semakin besar. Seluruh wilayah pesisir bagian utara telah ditetapkan untuk kegiatan industri. Jika tidak dikelola secara hati-hati, pembangunan ini akan menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati, memicu hilangnya sebagian besar hamparan hutan yang saat ini masih utuh serta mata pencaharian masyarakat lokal.

Kegiatan Utama di Lanskap Sarmi

Inisiatif utama di Lanskap Sarmi adalah memastikan pelaksanaan konservasi di wilayah yang memiliki nilai konservasi dan cadangan karbon tinggi. Laju kerusakan hutan selama ini secara relatif adalah rendah dan 70% wilayah lanskap masuk dalam wilayah konsesi industri kayu. Perusahaan pemegang konsesi berperan sangat penting dalam mengelola hutan dataran rendah di Papua utara. Jika perusahaan-perusahaan ini menerapkan Praktik Manajemen Terbaik (Best Management Practices/BMP), maka risiko emisi karbon serta kerusakan hutan bisa dikurangi. Pengembangan industri perkebunan skala besar pada masa datang berpotensi memicu deforestasi dan pelepasan emisi karbon. Oleh karena itu, LESTARI berupaya memperbaiki tata kelola lingkungan dan memastikan dampak negatif dari kegiatan pembangunan ini bisa dikurangi.

LESTARI juga mendorong revisi kebijakan publik yang memicu deforestasi dan degradasi lahan dengan memromosikan strategi pembangunan rendah emisi rendah yang menyeimbangkan upaya konservasi dan tujuan pembangunan.

LESTARI berupaya memperkuat dan memperbaiki implementasi rencana tata ruang di lanskap Sarmi, dengan mendukung pemerintah Kabupaten Sarmi melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Konservasi Lanskap (RKL) dengan memasukkan rekomendasi dari KLHS dan RKL dalam rencana tata ruang kabupaten, rencana pembangunan dan proses penganggaran. LESTARI ingin memastikan bahwa pembangunan tetap memerhatikan kebutuhan hidup masyarakat setempat dan aspek penting lainnya terkait mitigasi perubahan iklim dan konservasi keragaman hayati.

Peta Lanskap Sarmi

Peta_Lanskap_Sarmi