Memfasilitasi Deklarasi Nol Deforestasi Industri Minyak Atsiri Indonesia
Nov 11, 2016

Memfasilitasi Deklarasi Nol Deforestasi Industri Minyak Atsiri Indonesia

USAID LESTARI bekerjasama dengan berbagai pihak swasta yang beroperasi di lansekap LESTARI untuk membantu mereka memenuhi komitmen bisnis rendah emisi dalam rangka mengurangi deforestasi dan menjaga keanekaragaman hayati.

Sejalan dengan hal tersebut, LESTARI dengan Dewan Atsiri Indonesia (DAI) memfasilitasi pembuatan deklarasi Nol Deforestation pada 19 Oktober 2016 lalu. Sembilan puluh enam perusahaan, 59 organisasi, 31 perguruan tinggi, BAPPEDA Aceh, Dinas Kehutanan Aceh Selatan dan LESTARI ikut menandatangi perjanjian tersebut. Deklarasi tersebut menyatakan janji bahwa seluruh peserta penandatangan tidak akan melakukan aktivitas apapun yang dapat berkontribusi terhadap deforestasi atas nama industri minyak atsiri Indonesia. Lebih dari pada itu, deklarasi tersebut juga menyatakan bahwa penandatangan berkomitmen untuk melakukan tindakan di empat area kunci: (1) menggunakan proses-proses industri ramah lingkungan, (2) mengembangkan rantai pasokan bisnis yang ramah lingkungan, (3) mendukung penggunaan teknologi alternatif yang mempromosikan konservasi sumber daya alam, dan (4) mendorong kebijakan-kebijakan ramah lingkungan yang meningkatkan kompetisi bisnis.

Menurut DAI, Indonesia adalah produser minyak atsiri terbesar di dunia. Oleh karenanya, deklarasi ini merupakan suatu langkah penting yang merupkan bagian dari proses transisi menuju keberlanjutan. Langkah-langkah selanjutnya tidak kalah pentingnya. LESTARI akan terus bekerja dengan pihak-pihak penandatangan untuk memastikan bahwa janji tersebut terpenuhi dan terealisasikan menjadi aktivitas-aktivitias yang kontribusinya terhadap penurunan deforestasi di lapangan dapat diukur.

“Deklarasi Zero Deforestation akan mendorong pengengambangan industri minyak atsiri yang organic, ramah lingkungan, dan bergantung pada energi terbarukan. Dengan mengikuti indikator-indikator ini, industri minyak atsiri Indonesia akan memiliki keuntungan kompetitif di pasar.”
 – Mustafril Bachtiar, Ketua Forum Pala Aceh dan Ketua Penyelenggara Konferensi Minyak Atsiri Indonesia 2016.

 

Comments

comments