Peluncuran Program USAID LESTARI di Aceh
Mar 16, 2016

Peluncuran Program USAID LESTARI di Aceh

Peluncuran Program USAID LESTARI di Aceh di hadiri oleh Direktur Bidang Lingkungan Hidup Indonesia, John Hansen, dan Direktur Sumber Daya Hutan dan Air, BAPPENAS, Basah Hernowo. Acara ini diselenggarakan oleh Kantor Dinas Kehutanan Provinsi dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik dari swasta maupun dari pihak pemerintah, seperti anggota Kelompok Pengelola Hutan (KPH) III, V dan VI.

Program USAID LESTARI di Aceh menekankan pada pentingnya pelestarian ekosistem Leuser dan konservasi hutan yang berharga serta keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam ekosistem tersebut. Hal ini penting karena Indonesia sudah memberikan komitmen untuk mengurangi emisi GHG dari sektor pemanfaatan lahan sebagai bagian dari perjanjian Paris Accord. Program ini juga penting bagi masyarakat Aceh yang penghidupannya tergantung  ekosistem Leuser dan mengandalkan jasa lingkungan yang diperoleh dari ekosistem tersebut.

Salah satu program utama USAID LESTARI pada lanskap ini adalah pengelolaan Taman Nasional Leuser dan Suaka Margasatwa Rawa Singkil secara kolaboratif.  Wilayah ini menjadi rumah bagi hutan yang kaya karbon dan merupakan habitat bagi spesies utama dunia seperti orangutan. Pengelolaan secara kolaboratif melibatkan staf pengelola taman nasional, pemerintah lokal, masyarakat, dan konsesi sektor swasta agar mengoptimalkan konservasi ekosistem yang penting ini. Sebagai bagian dari inisiatif ini, LESTARI mendukung  pelaksanaan Perangkat Untuk Melacak Efektifitas Manajemen (Management Effectiveness Tracking Tool atau METT), yakni suatu instrument yang inovatif berdasarkan data yang bertujuan memperbaiki pelaksanaan monitoring, deteksi, dan memperkuat upaya di wilayah yang dilindungi.

Program USAID LESTARI di bentang alam Leuser juga memusatkan perhatian pada upaya membangun akses bagi masyarakat dalam mengembangkan mata pencaharian yang berkelanjutan. Dengan bekerjasama dengan KPH, USAID LESTARI mengidentifikasi desa-desa yang menjadi prioritas berdasarkan batas-batas daerah aliran sungai dan mengevaluasi komoditas untuk meningkatkan penghidupan masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi lokal sambil menurunkan perambahan hutan.

Comments

comments