Hutan dan Adaptasi Perubahan Iklim

Kita mungkin dapat memperlambat laju perubahan iklim namun kita tidak dapat menghentikannya.

Perubahan iklim sudah terjadi. Cuaca telah berubah. Di masa depan, dampak perubahan iklim akan semakin dahsyat. Jadi, telah tiba saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan iklim dengan membuat strategi untuk mengatasi dampak perubahan tersebut. Upaya membuat strategi untuk menghadapi perubahan iklim dikenal dengan istilah “adaptasi perubahan iklim”.

Bagaimana cara kita membuat strategi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim?

Dampak perubahan iklim berbeda-beda di setiap daerah. Masyarakat di setiap daerah harus memerhatikan lingkungan dan kehidupan mereka, lalu memikirkan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana dampak perubahan iklim terhadap lingkungan?
  • Seberapa seriuskah dampak ini akan terjadi?
  • Bagaimana cara mempersiapkan diri agar dapat menghadapi dampak tersebut?
  • Sumber daya apa yang ada yang dapat membantu masyarakat? Adakah sumber daya lain yang akan dibutuhkan?

Kemungkinan dampak perubahan iklim di Indonesia:

  • Kerusakan tanaman pertanian dan tanah.
  • Hasil hutan yang tidak memadai lagi.
  • Kandungan air asin di tanah meningkat.
  • Kekurangan air.
  • Ketidakcukupan ikan.
  • Penyakit.

Indonesia memiliki hutan yang sangat luas – dan hutan adalah harta paling berguna ketika kita menghadapi perubahan iklim.

  • Makanan dari hutan akan menyelamatkan masyarakat saat gagal panen terjadi.
  • Makanan dari hutan juga dapat digunakan sebagai pakan ternak.
  • Hutan membantu menjaga kebersihan air. Hutan akan menyerap air hujan di musim penghujan dan mengalirkannya selama musim kemarau. Berkat keberadaan hutan di daerah tersebut, lebih banyak air yang dapat disimpan di bawah tanah. Pertanian yang dikelilingi pepohonan akan lebih subur. Tanaman yang tumbuh di antara pepohonan akan bertahan lebih baik ketika musim kemarau, suhu berubah, atau ketika hujan deras datang.
    Hutan menjaga tanah tetap pada tempatnya dan melindunginya dari erosi.
    Hasil hutan, seperti rotan, membuka peluang usaha baru.
  • Hutan membantu menurunkan suhu udara saat gelombang panas datang.
  • Hutan bakau melindungi daerah pesisir pantai dari badai dan gelombang, dan menyerap air yang berlebih ketika permukaan air laut naik.

Demikianlah, berbagai kegiatan pelestarian hutan merupakan bagian penting dalam strategi adaptasi.

Beberapa contoh strategi adaptasi

Langkah pertama dalam mengembangkan strategi adaptasi adalah bertanya tentang kerentanan. Kerentanan adalah sejauh mana seseorang dapat bertahan dari kondisi buruk akibat perubahan iklim.

Sebagai contoh, sebuah desa yang berada tepat di sebelah sungai yang rawan banjir, mungkin akan menggunakan strategi
memindahkan bangunan desa ke daratan yang lebih tinggi. Apabila suatu daerah sering mengalami kebakaran, strategi adaptasi mereka dapat diperkaya dengan memasukkan sistem pengendalian kebakaran yang lebih baik.

Banyak orang rentan terhadap perubahan iklim karena mereka hanya memiliki satu sumber makanan atau pendapatan. Jika mereka kehilangan sumber tersebut, tidak ada lagi yang tersisa. Orang-orang tersebut dapat beradaptasi
dengan cara menemukan sumber pendapatan yang berbeda.

Sebagai contoh, seorang petani boleh memulai untuk menanam beberapa pohon kayu di antara pohon karet dan kakaonya. Penduduk desa dapat mulai menanam buah-buahan. Aktivitas ini juga mendukung keanekaragaman hayati, yang dapat memperkuat seluruh ekosistem dan membuatnya lebih tangguh menghadapi
perubahan iklim.