Kegiatan Tematik 2: Kemitraan dalam Konservasi

Keberhasilan LESTARI di tingkat lanskap tergantung pada manajemen yang efektif untuk Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan daerah kritis lainnya. LESTARI mendefinisikan area kritis sebagai daerah yang teridentifikasi untuk konservasi karena nilai konservasi tinggi atau nilai karbon tinggi. Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan co-manajemen daerah kritis akan menargetkan pelestarian hutan yang memiliki nilai karbon tinggi serta habitat bagi spesies kunci seperti orangutan. Teori perubahan (Theory of Change) untuk kegiatan tematik ini adalah bahwa melalui perbaikan tata kelola, perlindungan dan manajemen, keuangan yang inovatif, diperluas dan diberdayakan konstituensi untuk konservasi, dan co-manajemen daerah yang berdekatan dan kritis, manajemen Kawasan Pelestarian Alam (KPA) akan ditingkatkan, emisi berkurang, dan keanekaragaman hayati dilestarikan.Kami akan bekerja untuk mendukung dan meningkatkan konservasi co-manajemen dengan cara bekerja pada tiga tingkatan: meningkatkan kapasitas staf Taman Nasional untuk bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan konservasi dengan mitra WWF dan WCS, mencarikan pembiayaan yang inovatif untuk KPA, dan meningkatkan co-manajemen di wilayah yang berdekatan dengan KPA dan di area kritis.

Seperti dengan semua Kegiatan Tematik, ini adalah pendekatan terpadu, khususnya untuk pengembangan Usaha Hijau dan hubungan antara mata pencaharian dan co-manajemen yang sukses.