USAID LESTARI Menandatangani 2 Perjanjian Kemitraan Publik-Swasta (Public Private Partnership-PPP) yang Mendukung Pengelolaan Karet Berbasis Masyarakat – Mendukung Strategi Pembangunan Rendah Emisi Rendah Emisi Pengembangan Strategi (SPRE) di Lanskap Katingan Kahayan
Agu 18, 2016

USAID LESTARI Menandatangani 2 Perjanjian Kemitraan Publik-Swasta (Public Private Partnership-PPP) yang Mendukung Pengelolaan Karet Berbasis Masyarakat – Mendukung Strategi Pembangunan Rendah Emisi Rendah Emisi Pengembangan Strategi (SPRE) di Lanskap Katingan Kahayan

USAID LESTARI baru saja menandatangani dua Perjanjian Kemitraan Publik-Swasta (Public Private Partnership-PPP) untuk program rehabilitasi karet berbasis masyarakat di lanskap Katingan-Kahayan. Perjanjian Kemitraan Pemerintah Swasta ini juga ditandatangani oleh Bank Indonesia (kontributor untuk pendanaan dan pelatihan) dan perusahaan pemasok produk karet PT Insan Bonafide (kontributor untuk pelatihan dan pengobatan istimewa bagi petani yang dipilih dengan produk-produk berkualitas). Perjanjian PPP ditandatangani di kantor Bank Indonesia di Palangkaraya dan ditindaklanjuti dengan pertemuan antara semua mitra untuk mengatur jadwal dan rencana kerja.

LESTARI berharap agar kemitraan ini dapat mendukung budidaya karet – melalui Strategi Pembangunan Rendah Emisi (SPRE) dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta dapat:

(1) meningkatkan mata pencaharian bagi warga setempat

(2) mendukung distribusi bahan baku untuk industri lokal

(3) meningkatkan kesempatan bagi pengelolaan lahan yang lebih baik dan perlindungan terhadap kebakaran, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau .

Perjanjian kerjasama dimulai dengan pembentukan dem-plot dan kurikulum sekolah lapangan untuk meningkatkan kegiatan pertanian (on-farm) dengan membangun kapasitas dan pengetahuan para petani karet untuk mengadopsi praktek-praktek pertanian dan pengelolaan lingkunganyang baik, serta mendukung pengembangan sistem pasar yang menyediakan insentif untuk produksi karet yang memenuhi standar kualitas. Kegiatan lapangan tahap awal akan dilakukan di sembilan desa di Kabupaten Pulang Pisau.

Comments

comments